Eco Enzyme sebagai Solusi Sampah Domestik

Berpikir tentang belanja bulanan atau food preparation di dapur pasti tidak terlepas dari sampah yang dihasilkan. Sampah rumah tangga yang juga disebut limbah domestik ternyata menjadi sumber utama sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Berdasarkan data statistik Badan Lingkungan Hidup, limbah domestik menempati persentase 60-70% dari sampah yang masuk ke TPA. Hal ini terjadi karena minimnya pengolahan dan penanganan sampah di rumah. Padahal beberapa jenis sampah tersebut masih bisa di recycle menjadi sesuatu yang bermanfaat. Berbeda dengan limbah pabrik atau perusahaan besar, dimana mereka harus mengikuti prosedur dan penanganan limbah sesuai aturan Kementrian Lingkungan Hidup, jika tidak maka akan terkena sanksi dan yang terburuk adalah penutupan tempat usaha. Inilah kenapa sampah yang berakhir di TPA kebanyakan sampah dari rumah tangga yang dibuang tanpa pengolahan apapun.

Sampah di TPA merupakan salah satu sumber masalah bagi bumi kita. Limbah domestik yang bercampur menjadi satu dengan limbah anorganik seperti plastik akan menimbulkan berbagai masalah pencemaran lingkungan. Pencemaran air, pencemaran tanah, dan terbentuknya gas rumah kaca akibat dari gas metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik di TPA. Seperti yang kita tahu, gas rumah kaca adalah penyebab rusaknya lapisan ozon di lapisan langit bumi kita.

Salah satu cara kita hidup berkesadaran atas sampah adalah dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti Eco Enzyme. Apa sih Eco Enzyme ini? Eco Enzyme adalah cairan hasil fermentasi yang dibuat dari sampah sisa rumah tangga yang memiki segudang manfaat. Eco Enzyme diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong pertama kali. Beliau adalah pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Kemudian Eco Enzyme disebarluaskan oleh Dr. Joean Oon, seorang peneliti Naturophaty dari Penang, Malaysia.

Manfaat Eco Enzyme

Eco Enzyme memiliki segudang manfaat yaitu sebagai bahan pembersih organik, sebagai pupuk, pembersih udara. Paling utama, Eco Enzyme akan mengurangi jumlah sampah di TPA. Eco Enzyme bisa menjadi bahan pembersih yang ramah lingkungan dan tidak mengiritasi kulit ataupun pernapasan. Selain itu kitapun bisa menghemat pengeluaran bulanan rumah tangga dengan membuat sendiri bahan pembersih serta hidup lebih bertanggungjawab atas sampah yang kita hasilkan dari rumah sendiri. Bagan di bawah ini menjelaskan detail manfaat dari Eco Enzyme.

Sumber : justlifeshop.com

Saat berbelanja buah dan sayur, lalu melakukan food preparation, kita bisa menggunakan sisa kulit buah seperti apel atau semangka. Bisa menggunakan kulit jeruk atau nanas untuk mendapatkan hasil Eco Enzyme yang segar baunya. Bisa juga menggunakan sisa potongan sayur-sayuran. Sstt… jangan lupa gunakan kemudahan yang disediakan hemat.id untuk mencari tahu informasi promo bahan makanan sebelum berbelanja agar cashflow bulanan kita efektif. Seperti promo brokoli dan buah pear untuk memenuhi asupan buah dan sayur kita.

Cek Promo Brokoli Segar disini

Syarat buah yang digunakan untuk pembuatan Eco Enzyme adalah masih mentah, tidak kering dan keras, tidak berlemak (seperti durian, alpukat, kelapa) dan tidak busuk, berjamur atau berulat. Jika memakai sisa sayur, komposisi yang dipakai antara buah dan sayur adalah 80:20 agar aroma Eco Enzyme tetap segar.

Untuk menghemat air kita bisa menggunakan air buangan AC atau menampung air hujan langsung dari langit (tidak melewati genteng atau pipa). Namun bisa juga menggunakan air PDAM (yang sudah didiamkan selama 24 jam untuk mengendapkan kandungan bahan kimianya) atau air sumur. Untuk gula, kita bisa menggunakan molase (paling efektif dan murah) atau gula merah (pastikan bukan gula merah palsu). Tidak menggunakan gula pasir karena sudah banyak senyawa alami yang hilang saat proses pembuatannya.

Gunakan wadah plastik yang tertutup rapat. Sebaiknya menggunakan wadah plastik yang bermulut lebar untuk mengurangi potensi meledak karena gas yang dihasilkan saat fermentasi. Jangan menggunakan wadah kaca. Yuk kita pelajari cara membuat Eco Enzyme. Perbandingan jumlah air : limbah organik : gula adalah 10:3:1.

Bahan dan Alat

  1. Wadah plastik bertutup
  2. Timbangan
  3. Botol bekas untuk hasil panen Eco Enzyme
  4. Limbah sayur dan buah
  5. Gula merah atau molase
  6. Air (maksimal 60% dari volume wadah)

Cara Membuat

  1. Siapkan wadah 1000ml. Jumlah Eco Enzyme yang ingin dibuat bisa disesuaikan dengan menggunakan perbandingan bahan diatas.
  2. Timbang 180 gr limbah buah dan sayur yang sudah di potong kecil
  3. Timbang 60 gr gula
  4. Siapkan 600 ml air
  5. Masukkan air ke dalam wadah, lalu masukkan gula, dan terakhir limbah buah dan sayur
  6. Aduk atau bolak-balik wadah agar tercampur rata tapi jangan dikocok
  7. Tutup rapat, beri label tanggal pembuatan
  8. Simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung, barang elektronik, WC, tempat sampah, dan bahan kimia
  9. Buka tutup wadah setiap hari diminggu pertama untuk mengeluarkan gas
  10. Buka wadah 2-3 kali seminggu di minggu berikutnya sambil diaduk jika ada sayur atau buah yang tidak terendam cairan
  11. Setelah 30 hari jangan buka wadah lagi agar proses fermentasi berlangsung optimal dalam kondisi anaerob hingga selesai (total waktu fermentasi adalah 90 hari)
  12. Setelah 90 hari, pisahkan larutan dan ampas dengan saringan, dan simpan di wadah bersih
  13. Eco Enzyme siap dipakai             
  14. Larutan Eco Enzyme tidak memiliki masa kadaluarsa dan tidak perlu disimpan di kulkas, cukup di suhu ruang
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Catatan

  1. Kita bisa mencicil mengumpulkan sisa limbah domestik maksimal dua minggu dan disimpan di kulkas. Jika sudah terkumpul dalam jumlah yang diinginkan, proses pembuatan Eco Enzyme bisa dilakukan.
    sumber : dokumentasi pribadi
  2. Larutan Eco Enzyme memiliki warna kuning sampai cokelat dan memiliki aroma asam segar
  3. Eco Enzyme bisa dipanen 3 bulan atau lebih. Semakin lama proses fermentasi, semakin baik kualitas Eco Enzyme tersebut
  4. Ampas Eco Enzyme bisa dimanfaatkan sebagai pembersih WC, mengusir tikus, mengusir hama tanaman, sebagai pupuk organik

Sangat mudah ya proses pembuatan dan penanganannya. Dengan manfaat yang sangat banyak, Eco Enzyme bisa berguna dalam segala aspek dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga bisa membantu mengurangi masalah sampah di lingkungan kita. Selain pintar berbelanja dengan memanfaatkan info promo dari hemat.id, kita pun pintar dalam menangani limbah bahan makanan yang kita hasilkan. Yuk kita coba di rumah! Jangan lupa share ya cerita proses pembuatan Eco Enzyme Bunda di kolom komentar.

Sumber :

  1. Modul belajar Pembuatan Eco-Enzyme (Eco-Enzyme Nusantara)
  2. Modul kelas belajar Eco-Enzyme (Ngajaga bumi)
  3. Zerowaste.id
  4. Sustaination.id

Dapatkan Panduan Belanja Hemat dalam Newsletter Hemat.id!