Kesehatan Mental, Kunci Berjalannya Aktivitas Tepat Sasaran

Tubuh manusia terdiri atas 2 variabel utama yaitu jasmani dan rohani. Jasmani erat kaitannya antara hubungan dengan sesama manusia. Dimana didalamnya terdapat interaksi fisik seperti sentuhan pada indra manusia seperti kulit, lidah, mata, telinga dan hidung yang dapat dirasakan oleh kedua belah pihak. Pada sisi lain, rohani justru berbanding terbalik dengan interaksi secara jasmani. Perbedaan yang mencolok antara keduanya terdapat pada tipe interaksi fisik dimana rohani yang erat kaitannya dengan interaksi terhadap Sang Pencipta.

Sumber : pexels.com

Keduanya sangat diperlukan keseimbangannya untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Jika sakit jasmani lebih mudah diobati, berbeda jika sakit menyerang rohani. Dimana sakit rohani itu sendiri sangat mempengaruhi kesehatan jasmani. Untuk lebih mempermudah pengertiannya, rohani sering disebut sebagai mental meskipun tidak dapat dipisahkan pengertiannya secara harfiah dari kaitannya dengan agama. Jika kesehatan mental diperlukan untuk menjauhkan kemungkinan akan mengalami gangguan atas penyakit jiwa, lalu bagaimana memiliki mental yang sehat? Simak ulasan berikut ini:

Mental adalah Tentang Diri Sendiri

Sumber: pexels.com

Meskipun manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, melainkan membutuhkan orang lain dalam interaksi kesehariannya, manusia tetap memerlukan me time alias waktu untuk diri sendiri. Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan orang lain seringkali akan membuat Anda merasa lelah dan kadang ragu dengan diri sendiri.

Mindfulness, Mengembangkan Potensi Anak Tanpa Tekanan

Dalam pekatnya masalah yang sedang Anda alami, ambillah waktu untuk merenung sejenak tentang apa yang sebenarnya Anda butuhkan dalam hidup ini. Seringkali penyelesaian atas suatu masalah timbul dari ketenangan dalam menghadapinya. Tidak menghiraukan pendapat orang lain justru akan membuat Anda lebih cepat menemukan penyelesaian atas masalah yang sedang Anda hadapi kini. Karena sesungguhnya, orang di luar diri Anda hanya berupa tim hore yang bisa saja membangun sekaligus semakin menjatuhkan mental Anda sendiri.

Punishment atau Reward? Tergantung Mental Penerimanya

Sumber: pexels.com

Dalam setiap masalah yang sedang Anda hadapi, tergelincir dalam sebuah kesalahpahaman antar relasi maupun rekan kerja bahkan keluarga sangatlah biasa terjadi dalam hidup ini. Menganggapnya sebagai sebuah punishment akan membuat diri Anda kehilangan kepercayaan diri. Anda akan merasa tidak layak menjalani apapun yang sedang menjadi tanggungjawab Anda sehingga memutuskan untuk mundur atau menjauh.

Sebaliknya, jika Anda menganggap masalah tersebut adalah reward yang membuat Anda naik ke level selanjutnya, Anda akan melaju terus bak roller coaster yang naik turun. Namun tetap berjalan pada jalurnya hingga akhirnya menemukan garis finish dan terus tumbuh pada kondisi sesulit apapun.

Karena Masalah Tiap Orang Berbeda, Jangan Samakan Treatment-nya

Sekilas mungkin masalah yang sedang Anda hadapi, sama-sama dirasakan dengan relasi atau lawan bicara Anda. Namun satu hal yang harus Anda pahami bahwa lingkungan tempat Anda dan mereka bertumbuh tidaklah sama. Oleh sebab itu, sharing masalah yang diperlukan, bukan meng-copy bagaimana Anda atau mereka menyelesaikan masalahnya.

Sepakati dan Bertanggungjawablah

Sumber: pexels.com

Dalam sebuah musyawarah untuk mufakat, ada kalanya kesepakatan tersebut mengguncang mental Anda ataupun sebaliknya. Apapun itu, tanamkan dalam diri Anda bahwa tujuan akhirnya hanyalah untuk menjadikan mental Anda lebih tangguh dari sebelumnya. Kalimat ini perlu Anda pahami dengan bijak, tidak banyak yang sepakat, tapi setelah sepakat, diperlukan mental yang tangguh. Untuk alasan itulah Anda sedang berdiri di tempat Anda sekarang. Untuk mempertanggungjawabkannya sebagai bagian dari sifat kemanusiaan.

Diragukan Bukanlah suatu Penyakit, Melainkan Antivirus

Sumber: pexels.com

Diragukan dalam ide atau kreativitas yang Anda utarakan adalah hal yang pasti akan menjadi respon yang Anda terima. Mungkin yang tidak setuju lebih banyak, tapi justru ini adalah secercah harapan yang seharusnya membuat diri Anda bangga. Alasan dari mereka yang meragukan adalah mereka tidak memiliki apa yang Anda miliki.

Itulah mengapa selalu banyak pro dan kontra. Namun percayalah, hal ini terjadi karena lawan bicara Anda tidak memiliki gambaran yang jelas tentang ide yang baru saja Anda sampaikan. Oleh karena itu, untuk menjaga kelangsungan komunitas atau perbedatan, biasanya orang-orang yang tidak memiliki ide seperti Anda akan terus bertanya dan mencecar Anda. Tanggapilah dengan sebuah kebanggaan bahwa dalam forum tersebut, ilmu atau ide yang menjadi topik pembahasan lahir dari diri Anda. Proses ini akan membuat mental Anda sehat dan semakin percaya akan kemampuan diri Anda sendiri. Anggaplah ini sebagai olahraga mental yang Anda perlukan sebagai konsumsi sehat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih tangguh dalam segala medan masalah.

Kesehatan mental akan membuat Anda menjadi selera makan, memiliki gairah untuk berinteraksi dengan orang sekitar, membuat Anda selalu semangat mengunjungi tempat-tempat baru yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan jasmani Anda. Apa yang dikatakan orang memang benar, bahwa segala yang baik yang tampak dari diri Anda, berasal dari yang baik dari dalamnya, yaitu hati dan mental.

Sumber :

  1. https://www.alodokter.com/selain-sehat-fisik-kesehatan-mental-juga-penting-diperhatikan