Makanan Penyebab Inflamasi dan Makanan Anti Inflamasi

Sebulan terakhir ini saya mengalami inflamasi berupa alergi. Inflamasi atau bahasa lainnya peradangan memiliki beberapa tanda utama atau cardinal sign. Ada lima tanda inflamasi yaitu rubor (kemerahan), calor (peningkatan suhu), tumor (pembengkakan), dolor (nyeri), functio laesa (kehilangan fungsi). Ada dua tanda inflamasi yang saya alami yaitu kemerahan dan nyeri. Inflamasi yang saya alami terjadi di kulit yang masih saya cari tahu pemicunya apa. 

Biarpun tidak nyaman, tahukah kamu ternyata inflamasi adalah cara tubuh melindungi diri. Saat inflamasi tubuh memberikan sinyal tanda bahaya kepada tubuh agar tubuh bergerak cepat memperbaiki dan menyembuhkan bagian yang sakit. Seperti laporan kepada atasan bahwa sedang ada “masalah urgent” dilapangan dan butuh segera diselesaikan. Tanpa laporan tersebut, tubuh bisa saja abai dalam proses penyembuhannya. Saat inflamasi terjadi, tubuh merespon dengan cara meningkatkan sel darah putih untuk melawan penganggu yang masuk ke tubuh. Saat antibodi tubuh kita melawan penyakit atau sesuatu yang masuk di tubuh, biasanya terjadi peradangan karena “tentara kita” sedang berperang dengan “musuh” yang datang untuk mempertahankan diri.

sumber : neurochannel

Inflamasi yang terjadi terus menerus dalam kurun waktu enam bulan atau lebih termasuk tipe inflamasi akut atau kronis dan bisa meningkatkan resiko penyakit jantung atau stroke. Karena itu biarpun inflamasi baik untuk sensor tubuh, namun inflamasi yang terjadi terus-menerus akan berbahaya bagi tubuh sehingga perlu dilakukan sesuatu untuk mengurangi peradangan yang terjadi seperti menggunakan obat anti inflamasi atau mengkonsumsi makanan anti inflamasi. Selain itu penting bagi orang yang sensitif terhadap jenis makanan tertentu untuk menghindari beberapa jenis makanan yang termasuk makanan yang memicu inflamasi.

Makanan pemicu inflamasi

Makanan pemicu inflamasi ini akan terlihat efek langsung pada orang-orang yang memang sensitif terhadap makanan tersebut. Bisa karena penyakit turunan atau karena tubuh sudah eror karena terlalu sering terpapar makanan tersebut. Seperti saya yang dulu terlalu sering mengonsumsi makanan manis dan kopi. Saya perhatikan sekarang badan saya mulai sensitif terhadap gluten dan efek stimulan berlebih pada kopi yang membuat perut saya tidak nyaman atau bloating sampai muncul inflamasi dikulit. Berikut beberapa makanan yang bisa memicu inflamasi.

  1. Gluten. Terutama untuk orang dengan riwayat autoimun celiac yang jika terkena gluten maka tubuh akan memproduksi antibodi dengan jumlah tinggi lalu menyerang bagian tubuh yang sehat. 
  2. Makanan berlemak. Makanan yang berlemak tinggi biasanya mengalami oksidasi tinggi yang membuat lemak menjadi lemak jenuh. Seperti yang kita tahu, lemak jenuh yang menumpuk ditubuh secara terus-menerus akan menyumbat pembuluh darah dan berujung pada penyakit yang berbahaya seperti stroke.
  3. Makanan manis. Makanan manis akan menyebabkan peradangan di usus dengan cara merusak lapisan usus. Makanan manis akan membuat pH tubuh menjadi asam atau dalam kondisi tidak balance.
  4. Makanan olahan. Makanan yang sudah mengalami terlalu banyak proses biasanya mengalami penurunan tingkat nutrisi dan kenaikan tingkat oksidasi. Sebaiknya kurangi mengonsumsi makanan olahan dalam kehidupan sehari-hari karena tubuh bisa mengkompensasinya dengan peradangan.
  5. Kopi. Efek stimulan kopi pada akhirnya akan memicu stres berlebih pada tubuh. Jika orang yang mengkonsumsi kopi memiliki leaky gut, biasanya kopi akan memperburuk kondisinya. 
  6. Alkohol. Alkohol sudah kita tahu pasti akan merusak pencernaan dan tubuh jika dikonsumsi terus-menerus. 

Makanan Anti Inflamasi

Kebalikan dari makanan yang memicu inflamasi, makanan anti inflamasi akan membantu tubuh mengembalikan bahkan menyembuhkan inflamasi yang sudah terjadi. Menariknya, makanan ini bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Image : dokumentasi pribadi

Berikut bahan makanan yang bisa menjadi sumber anti inflamasi

  1. Kedelai. Kandungan isoflavon dalam kedelai memiliki potensi untuk membantu mengelola rasa sakit sehingga mengurangi efek inflamasi yang mungkin sudah terjadi.
  2. Bawang. Semua jenis bawang memiliki kandungan anti radang yang sangat baik. Organosulfur yang ada didalam bawang putih akan meningkat efeknya jika dikonsumsi mentah.
  3. Ikan. Kandungan asam lemak tidak jenuh yang ada pada ikan yang disebut juga omega-3 memiliki potensi anti radang yang sangat baik.
  4. Serat. Banyak sekali makanan kaya serat berupa sayur-sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah. Serat akan membuat saluran cerna sehat sehingga menggurangi inflamasi yang mudah terjadi di usus dan lambung. Biasanya saya sering membuat saladroll untuk mengkonsumsi sayuran mentah selain dengan cara melalapnya. Salad roll bisa ditambahkan daging ayam atau beef sehingga kandungan nutrisinya lengkap yaitu karbo dari rice paper, protein dari daging, serat dan vitamin dari sayuran mentah.
  5. Cokelat. Cokelat murni memang sangat baik efeknya untuk tubuh dengan syarat cokelat yang dikonsumsi minimal terdiri dari 70 persen cokelat murni.

Promo Super Hemat Makanan Segar Minggu Ini!

Selain mengonsumsi makanan anti inflamasi,  pola hidup yang baik seperti berolahraga dan istirahat cukup yang berkualitas adalah kunci mencegah inflamasi tubuh. Mengingat banyaknya polusi, virus dan stres yang kita hadapi di kehidupan kita sehari-hari, ada baiknya kita mulai menerapkan pola hidup sehat. Yuk Bunda share makanan anti inflamasi favoritmu dikolom komentar. Sayur dan buah segarnya bisa dibeli dengan memanfaatkan info promo dari hemat.id atau download aplikasi kliptalog untuk info updatenya. Selamat hidup sehat. 

Referensi :

  1. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  2. apki.or.id
  3. Buku Flavonoids, Inflamation And Cancer by Hollie Swanson

 

Dapatkan Panduan Belanja Hemat dalam Newsletter Hemat.id!