4 Cara Cerdas Hadapi ‘Mommy Shaming’ Bagi Para Ibu

Menjadi seorang ibu, terlebih bagi wanita yang baru menghadapi fase ini ibu bukanlah perkara mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, tidak terkecuali masalah mommy shamming. Dengan semakin mudahnya akses informasi di sosial media, banyak orang yang semakin berani berkomentar nyinyir tentang hidup orang lain. Mommy shamming ini adalah komentar negatif yang ditujukan pada ibu-ibu karena berbagai macam alasan.

Ibu yang berada dalam era milenial seperti sekarang, biasanya mempunyai pertahanan emosional yang belum kuat untuk menaham mommy shamming. Sehingga bisa menimbulkan perasaan tidak enak hingga stress berlebihan. Nah, berikut ini beberapa cara cerdas yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi mommy shamming.

1. Memperluas wawasan

Meskipun sudah berganti status menjadi istri dan orangtua, ibu tetap harus terus belajar. Tidak ada alasan untuk berhenti belajar karena masalah mengurus rumah tangga. Malahan hal-hal yang harus dipelajari semakin bertambah. Coba sibukkan diri dengan belajar hal-hal baru, memperkaya wawasan, diskusi dengan teman, dan sebagainya untuk menambah pengetahuan. Dengan menyibukkan diri, Anda tidak punya waktu lagi untuk menanggapi komentar mommy shamming.

Ini Dia Efek Kurang Piknik Bagi Ibu

2. Menerima kenyataan

Menerima kenyataan bukanlah mengamini apa yang orang lain katakan tentang Anda dan keluarga. Namun, Anda harus memahami kenyataan bila mommy shamming bisa saja terjadi pada anak. Sehingga Anda tidak perlu kaget dan stress berlebihan saat mengalami mommy shaming.

3. Mempererat hubungan suami istri

Ada saat-saat dimana suami tidak bisa memahami perasaan istri. Hal ini adalah wajar karena bagaimanapun juga suami mempunyai pemikiran yang berbeda dengan istri. Namun tetap saja hubungan suami dan istri harus erat meskipun mempunyai pemikiran yang berbeda. Suami adalah supporter pertama istri dan harus begitu. Dengan dukungan suami yang kuat, istri juga akan kuat menghadapi hari-hari sebagai ibu muda yang penuh tantangan.

woman-3602245_960_720.jpg

4. Putuskan hubungan dengan akun yang melakukan mommy shamming

Bila Anda menerima mommy shamming melalui akun media sosial, jangan ragu untuk memutus hubungan dengan yang bersangkutan. Anda perlu merasa bersalah untuk memblokir akun sosial media teman bahkan saudara bila mereka kerap melakukan mommy shamming. Bukan tanpa alasan, namun menjauhkan diri dari orang-orang negatif adalah salah satu cara menjaga kedamaian hati. Bagaimanapun juga mereka yang melakukan mommy shamming bukanlah orang-orang yang layak untuk dijadikan teman.

5. Jangan terprovokasi

Sangat mudah bagi ibu muda milenial untuk terperangkap dalam momy wars atau perang opini ibu-ibu. Biasanya hal ini diawali karena terprovokasi dengan perilaku mommy shamming. Sebagai ibu muda yang berwawasan luas, jangan mudah terprovokasi ataupun terpengaruh dengan orang lain. Jangan lantas mempercayai apa saja yang dilihat di media sosial seperti pola asuh orang lain yang terkesan mudah dan mulus. Bisa saja mereka hanya menjadikan hal tersebut sebagai pencitraan saja.

Jadi Ibu Rumah Tangga Bebas Stress, Ini Tipsnya

6. Tetap rileks

Menjalani hari-hari dengan peran sebagai ibu masa kini memang tidak mudah. Banyak tantangan dan rintangan yang harus dijalani. Oleh karena itu, jalani hari dengan rileks. Bila merasa jenuh, ajak suami, anak, dan keluarga untuk pergi berlibur untuk menyegarkan pikiran. Jangan cepat merasa kecil hanya karena komentar pedas dan jadilah orangtua yang keren dan fleksibel.

Kembali untuk memfokuskan perhatian Anda pada anak dan keluarga jauh lebih penting dari pada sekedar menanggapi komentar mommy shamming. Bila perlu, tetap mengasihi dan mendoakan orang-orang yang memberikan komentar mommy shamming kepada Anda adalah salah satu respon terbaik yang bisa Anda lakukan.