Perbandingan Beras Porang dan Beras Shirataki, Mana yang Paling Sehat dan Rendah Kalori?

Ngomong-ngomong soal beras porang dan shirataki, kedua beras ini pastinya menarik minat Anda yang sedang menjalankan program diet terutama diet defisit kalori ya? Tapi apakah kedua beras ini sama? Biar nggak bingung, mari kita bahas perbedaannya. 

Baca juga : Jenis Beras Rendah Kalori yang Bagus untuk Diet

Apa perbedaan beras porang dan shirataki? 

Sumber : Shop Gerald

Beras porang dibuat dari tanaman umbi porang (Amorphophallus Muelleri Blume) yang merupakan tanaman asli Indonesia, biasanya tumbuh subur di hutan pulau Jawa. Bentuk beras porang mirip dengan beras shirataki yaitu berwarna bening, tekstur kenyal setelah dimasak dengan rasa agak tawar. Saat ini Anda akan dengan mudah menemukan beras porang di supermarket ataupun di online store.

Promo Beras Porang hari ini 19 Jul 2024

Fukumi Beras Porang  1 kg

Rp207.900 / kg

Fukumi Beras Porang 1 kg

Rp207.900

Sampai 26 Jul 2024

Tokopedia
Fukumi Beras Porang  1 kg

Rp195.000 / kg

Fukumi Beras Porang 1 kg

Rp195.000

Sampai 26 Jul 2024

Alfamart
Fukumi Beras Porang  280 gr

Rp22.500 / 100 gr

Fukumi Beras Porang 280 gr

Rp63.000

Sampai 26 Jul 2024

Alfamart
Fukumi Beras Porang  1 kg

Rp213.500 / kg

Fukumi Beras Porang 1 kg

Rp213.500

Sampai 26 Jul 2024

Lottemart
Fukumi Beras Porang  280 gr

Rp22.714 / 100 gr

Fukumi Beras Porang 280 gr

Rp63.600

Sampai 26 Jul 2024

Lottemart
Fukumi Beras Porang  1 kg

Rp194.575 / kg

Fukumi Beras Porang 1 kg

Rp194.575

Sampai 26 Jul 2024

Tip Top
Fukumi Beras Porang  280 gr

Rp19.375 / 100 gr

Fukumi Beras Porang 280 gr

Rp54.250

Sampai 26 Jul 2024

Tip Top
Fukumi Beras Porang  280 gr

Rp22.071 / 100 gr

Fukumi Beras Porang 280 gr

Rp61.800

Sampai 25 Jul 2024

Tokopedia

Sementara beras shirataki dibuat dari umbi tanaman konjac (Amorphophallus Konjac) yang merupakan tanaman asli Jepang. Melihat nama latinnya “Amorphophallus” bisa kita lihat kedua beras tersebut berasal dari spesies tanaman yang sama. Tapi perlu digaribawahi bahwa beras porang dan beras shirataki TIDAK SAMA karena berasal dari jenis umbi yang berbeda.

Promo Beras Shirataki hari ini 19 Jul 2024

Tropicana Slim Shirataki Rice Rasa Nasi Uduk  72 gr

Sampai 25 Jul 2024

Tokopedia

Penyebutan beras shirataki sebenarnya kurang tepat. Penyebutan yang benar adalah beras konjac atau beras konnyaku. Seperti yang kita lihat pada infografis di bawah ini, shirataki adalah penyebutan untuk produk konjac yang berbentuk mie kering. Umbi konjac yang dikeringkan yang berbentuk mie ataupun beras akan mengandung sejumlah kalori karena penambahan tepung tapioka saat proses pengeringannya.

Manfaat glukomanan pada beras porang dan beras shirataki

Selain perbedaan sumber asal beras tersebut, perbedaan lain dari kedua beras ini adalah kadar glukomanannya. Glukomanan adalah serat alami yang terdapat pada akar tanaman. Studi klinis menunjukkan bahwa diet yang disertai dengan mengkonsumsi glukomanan bisa menurunkan kolesterol plasma, meningkatkan metabolisme karbohidrat, meningkatkan pergerakan dan ekologi usus besar. Kadar glukomanan pada beras porang bisa mencapai 65%, sedangkan kadar glukomanan pada beras shirataki sekitar 45%.

Keberhasilan penurunan berat badan tidak hanya bergantung dengan konsumsi kedua jenis beras ini tapi juga harus disertai dengan pola makan tinggi nutrisi, pola hidup sehat dan istirahat yang berkualitas. Glukomanan memiliki kemampuan menyerap air 200 kali dari beratnya dan juga diklaim bisa menurunkan nafsu makan dengan menekan hormon lapar (ghrelin) karena butuh waktu lama dicerna tubuh.

Apakah beras porang dan shirataki bagus untuk diet?

Melihat kadar serat alami yang cukup tinggi, tentunya kedua beras ini cocok untuk Anda yang sedang menjalankan pola diet yang membutuhkan asupan serat tinggi. Beras porang dan shirataki ini juga mengandung kadar kalori, gula dan kolesterol yang rendah sehingga cocok untuk orang dengan hipertensi, masalah kolesterol, dan penderita diabetes. Beras porang dan beras shirataki ini merupakan produk pabrikan alias UPF ya Sahabat Hemat. Dibuat dengan proses panjang dan penambahan bahan kimia. Jadi tidak seperti beras yang ditanam di tanah, dipanen dan langsung kita masak.

Baca juga : 15 Cara Diet Menurunkan Berat Badan yang Sehat dan Alami Tanpa Obat Pelangsing

Apakah beras porang dan shirataki gluten free?

Apasih gluten itu? Gluten merupakan protein alami yang terdapat pada biji-bijian dan serealia. Maka bisa dipastikan beras porang dan shirataki yang berasal dari umbi-umbian tidak mengandung gluten alias gluten free ya Sahabat Hemat. Jadi aman untuk Anda yang sensitif terhadap gluten seperti saya yang kembung setiap kebanyakan gluten.

Perbandingan nutrisi beras porang dan shirataki

Tentunya Anda ingin melihat perbedaan perbandingan nutrisi beras porang dan beras shirataki betul? Data ini saya ambil berdasarkan nutrition fact dari Fukumi beras porang dan Chiajoy beras konnyaku per 100gr beras. 

Jenis Beras Serat alami (Glukomanan) Kalori Karbohidrat Protein
Porang 65% 70 kkal 15 g 2.5 g
Konnyaku 45% 70 kkal 18 g 2.5 g

Cara memasak beras porang dan beras shirataki

Cara memasak kedua beras ini sedikit berbeda. Beras porang lebih mudah dalam proses menyajiannya karena hanya perlu diseduh air panas. Berikut cara menyajikan beras porang :

  1. Ambil satu cup beras porang ke wadah
  2. Tuangkan 1 cup air panas, tutup wadah lalu biarkan selama 15 – 20 menit
  3. Nasi porang siap dimakan

Sementara beras konnyaku (shirataki) perlu dimasak dengan cara direbus, kukus ataupun dengan rice cooker. Berikut cara memasak beras konnyaku dengan rice cooker :

  1. Cuci bersih 1 cup beras konnyaku, lalu masukkan ke rice cooker pot
  2. Tambahkan 2 cup air, lalu masak hingga matang
  3. Nasi konnyaku siap dimakan

Kelebihan dan kekurangan beras porang dan beras shirataki

Untuk memudahkan anda melihat kelebihan dan kekurangan dari kedua beras ini, maka saya buatkan tabel perbandingannya.

Beras Porang Beras Konnyaku (Shirataki)
Mengandung glukomanan 65% Mengandung glukomanan 45%
Rendah kalori, gula dan kolesterol Rendah kalori, gula dan kolesterol
Rasa netral dan tekstur kenyal serta menyerap bumbu masakan dengan baik Rasa netral dan tekstur kenyal serta menyerap bumbu masakan dengan baik
Berasal dari umbi lokal Berasal dari umbi Jepang
Proses distribusi pendek Proses distribusi panjang sehingga emisi karbon yang dihasilkan lebih tinggi
Cara masak dengan diseduh Cara masak dengan rice cooker

Kekurangan dari beras porang dan shirataki adalah bisa menyebabkan kembung, mual, sakit perut dan diare jika dikonsumsi berlebihan. Bisa juga menimbulkan gejala alergi seperti sesak napas, ruam, gatal-gatal jika Anda sensitif terhadap kedua beras ini. Kondisi ini bisa juga disebabkan penambahan kalsium oksalat dalam pembuatan beras porang dan beras shirataki. Selain itu, harganya juga kurang terjangkau jika dibandingkan dengan beras putih.

Kesimpulan 

Melihat sumber asli kedua tanaman ini, tentunya beras porang akan lebih cocok untuk pencernaan orang Indonesia. Jejak karbon yang dihasilkan dari proses distribusi beras porang tentunya akan lebih sedikit dibandingkan beras shirataki yang harus dikirimkan dari Jepang sana. Tapi pendapat saya beras porang ataupun shirataki adalah makanan rekreasional mengingat kedua beras tersebut merupakan makanan UPF (Ultra Process Food). Saya pribadi lebih memilih mengganti nasi dengan karbohidrat alami lainnya jika tujuannya adalah mengurangi karbohidrat.

Bagaimana Sahabat Hemat? Kira-kira beras yang mana yang menjadi pilihan Anda? Sharing dong pendapat Anda di kolom komentar. Jangan lupa juga temukan promo beras terbaik di hemat.id atau aplikasi kliptalog ya.

Sumber :

  1. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
  2. ijpbms.com
  3. udiksha.ac.id
  4. kab.faperta.ugm.ac.id