Cuaca Tidak Menentu, Waspada Penyakit Ini Pada Anak

Kondisi cuaca saat ini benar-benar sulit diprediksi. Pagi hari bisa jadi sangat dingin, menjelang siang cuaca bisa sangat panas, lalu di sore hari bisa berangin dan mendung. Cuaca seperti ini bisa membuat tubuh jadi rentan akan terserang penyakit lho, Moms. jika kondisi tidak sedang fit, maka seseorang mudah sekali terserang penyakit, baik penyakit ringan maupun berat. Apalagi bagi si kecil yang antibodinya belum sempurna seperti orang dewasa, anak akan mudah sekali terserang penyakit bahkan bisa tanpa jeda.

Anak bungsu saya yang berusia 6 tahun, semenjak memasuki cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini seringkali terserang penyakit. Flu hingga batuk kering sering menyerangnya, dengan masa penyembuhan yang lumayan lama sekitar 3 minggu. Ditambah ke sariawan, kembali pilek dan sesekali mengeluh sakit perut. Berikut beberapa penyakit yang bisa menyerang si kecil akibat cuaca yang tidak menentu :

1. Batuk

Sumber : www.eumom.com

Menurut dr. Novrida, AAK., Kepala Bidang Pelayanan Medis Klinik Gadjah Mada Medical Center UGM, pada cuaca ekstrem banyak sekali orang yang terserang batuk dan juga pilek. Pada saat cuaca normal penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 3-5 hari, namun saat cuaca sedang tidak menentu, batuk bisa bertahan lebih dari 7 hari.

Hindari penyakit batuk dengan menjaga pola hidup sehat, seperti meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran, istirahat yang cukup, mencukupi asupan air putih, serta olahraga teratur. Kurangi konsumsi makanan yang dapat merangsang timbulnya batuk dan pilek, seperti makan makanan yang berminyak, terlalu pedas, es dan lainnya.

2. Infeksi Saluran Nafas Akut (ISPA)

Sumber : Shutterstock

ISPA gejalanya dimulai dengan demam, badan meriang, batuk, nyeri pada tenggorokan, hingga pilek. ISPA ini disebabkan oleh beberapa virus diantaranya respiratory syncytial virus, parainfluenza, dan adenovirus. Penyakit ISPA ini pemulihannya cepat, yaitu dengan beristirahat dengan cukup dan makan-makanan bergizi dan perbanyak minum air putih hangat. Untuk pencegahannya, gunakan masker jika akan keluar rumah dan minum vitamin untuk menambah daya tahan tubuh anak dan keluarga.

3. Flu Singapura

Sumber : https://pixabay.com

Di kelas anak saya berisi 12 murid dan 5 anak diantaranya mengalami sariawan. Sariawannya pun bukan sariawan biasa yang hanya timbul satu saja, namun sariawan yang timbul banyak sekaligus dan kebanyakan timbul dibagian dalam mulut hingga dekat dengan tenggorokan anak. Sampai sudah ada dua murid yang positif terdiagnosa Flu Singapura. Penyakit ini sering terjadi di musim panas dan pada umumnya menyerang anak-anak usia 2 minggu, 5 tahun, bahkan sampai 10 tahun.

Kenali Jenis Flu dan Penanganannya Sebelum Parah

Penularan flu Singapura bisa melalui kontak langsung dari orang ke orang, yaitu melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Selain dari kontak langsung dengan penderita, ada hewan pembawa virus seperti lalat dan kecoa. Anak yang sudah terserang penyakit ini bisa terkena lagi di waktu yang akan datang namun oleh virus strain enterovirus lainnya. Masa inkubasi dari penyakit ini adalah sekitar 2 – 5 hari dan waktu anak bisa terjangkit penyakit ini adalah 3 – 7 hari.

Fase yang ringan dimulai dari anak mengalami demam selama 2 – 3 hari, merasakan sakit pada leher (pharyngitis), tidak nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki. Dapat muncul 3 – 10 sariawan di mulut sehingga anak merasa sakit saat menelan bahkan berbicara. Jika disertai muntah, diare, serta lemas makan anak harus segera di bawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Cegah penyakit ini dengan sering mencuci tangan apalagi setelah membersihkan hidung atau setelah menggunakan toilet. Selalu jaga kebersihan kuku pada tangan dan juga kaki, serta menjaga jarak dengan anak atau teman yang sedang mengidap penyakit ini.

4. Gangguan Pencernaan

Sumber : Shutterstock

Gangguan pada pencernaan anak bisa menyebabkan anak sakit perut hingga diare. Penyebab diare hampir sama dengan penyebab sakit perut yaitu virus dan bakteri yang terbawa oleh angin dan dapat melekat pada makanan atau minuman keluarga Anda.

Tidak jajan dan makan di sembarang tempat adalah salah satu cara untuk mencegah dari terjangkit penyakit ini. Selain itu, kita harus menjaga kebersihan diri dengan cara sering mencuci tangan dengan benar, istirahat yang cukup, rutin berolahraga dan makan makanan yang bergizi. Cukupi kebutuhan akan air putih anak dan lengkapi dengan vitamin C jika diperlukan.

5. Demam Berdarah

Sumber : https://pixabay.com

Saat musim pancaroba, penyakit pertama kali yang paling membuat khawatir adalah demam berdarah. Apalagi bila ditambah aliran got sekitar rumah yang tidak mengalir serta sampah-sampah yang menumpuk membuat nyamuk sangat cepat berkembang biang.

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini selalu mengintai setiap kali musim pancaroba datang. Gejala awal dari penyakit ini biasanya adalah sakit kepala yang dirasakan sampai ke belakang bola mata, menimbulkan mual sampai muntah, badan terasa lemah, bahkan pendarahan spontan. Untuk pertolongan pertama, Anda bisa memberikan obat penurun panas dan mencukupi asupan air putih.

Cegah demam berdarah dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan baik di dalam maupun di luar rumah. Jika perlu, Anda bisa mulai menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk, seperti tanaman Serai, Lavender sampai Rosemary.

Tanaman Herbal Yang Mudah Ditanam Dan Banyak Manfaatnya

Jadi bagaimana Anda menjaga kesehatan keluarga Anda dalam menghadapi pancaroba di tahun ini? Tuliskan di kolom komentar di bawah ini ya. Semoga musim pancaroba cepat berlalu dan seluruh anggota keluarga kita selalu dalam keadaan sehat. 

Sumber :

  1. //ugm.ac.id/id/berita/
  2. //lennox.com
  3. //hellosehat.com